Headlines News :
Home » , , » Cara Ngutang yang Baik dan Benar

Cara Ngutang yang Baik dan Benar

Written By agus setiawan on Sabtu, 08 Desember 2012 | 10.22



Sesungguhnya, ngutang itu bukanlah hal yang baik dan sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Seharusnya kamu memiliki kesadaran dan kontrol diri: kalo kamu gak punya duit, ya jangan beli apa-apa. Intinya gitu. Tapi terkadang, ada situasi dimana kamu terpaksa banget ngutang, karena mungkin kamu dihadapkan pada situasi hidup dan mati. Nah, tapi gimana sih sebenernya cara ngutang yang baik dan benar? Kamu sudah berada di artikel yang tepat anak muda!

1. Memilih Orang yang Diutangin

Memilih orang yang akan kamu utangin adalah hal yang sangat penting. Berhutanglah hanya pada orang yang kamu tau gak akan bermasalah secara finansial jika kamu utangin. Jangan ngutang sama orang yang hidup sehari-harinya aja udah susah. Kasian amat masih kamu utangin. Nah, tapi biarpun kamu milih orang yang secara finansial aman, bukan berarti kamu terus boleh seenaknya lho. Inget, milih orang yang diutangin ini cuma tahap awal supaya kamu gak ngerepotin gitu lho maksudnya.

2. Membangun Situasi yang Enak

OK katakanlah kamu udah milih orang yang mau diutangin. Trus gimana? Kamu datengin trus tau-tau minjem duit gitu? Buset kayak malak. Malak aja kadang-kadang sok baik-baik dulu. Kalo kamu mau ngutang, sebaiknya kamu membangun situasi yang enak terlebih dahulu. Biar kesannya bersahabat gitu. Situasi yang enak ini biasanya sih dibangun dengan percakapan sehari-hari ya. Mungkin kamu bisa memulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang standart aja, tapi yang jelas kamu harus keliatan bahwa kamu beneran peduli gitu. Tujuannya? Ya kan kita lagi membangun situasi yang enak.

3. Ngutang

Setelah situasi yang enak terbangun dengan cukup baik, kamu bisa mulai melancarkan aksi ngutang kamu. Sebaiknya tidak perlu sok-sok cerita sedih supaya temen kamu sadar sendiri, tapi langsung aja utarakan maksud dan tujuan kamu. Berikan juga alasan yang valid kenapa kamu harus ngutang. Alasan yang valid itu seperti misalnya:
  • Karena gajian kamu telat
  • Dompet kamu ketinggalan
  • Dompet kamu dicuri
  • Kamu ada pengeluaran yang tidak terduga.
Sementara yang tidak termasuk alasan valid adalah:
  • Kamu pengen beli smartphone baru supaya punya duluan ajah.
  • Pengen makan steak, soalnya udah seminggu ini gak makan steak.
  • Pengen mabok sama temen-temen
  • Pengen beli cimeng, soalnya udah lama gak giting.
Intinya sih alasan yang valid ini akan menentukan apakah temen kamu akan rela minjemin uang ke kamu atau nggak. Kalo alesan kamu minjem duit cuma karena pengen mabok sih gak bakal ada yang mau minjemin uang juga. Oh iya, pastikan kamu itu meminjam uang dengan bahasa yang baik dan sopan ya, seperti misalnya:
Eh Men, sorry. Gue boleh pinjem Rp. 100,000 dulu gak? Dompet gue ketinggalan men. Besok gue ganti deh.
Dan kalo temen kamu gak ngasih, ya jangan maksa.

4. Setelah Diutangin

Apabila temen kamu berbaik hati minjemin uang, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah langsung pergi. Ya nggak lah. Kamu harus berterima kasih dong sama dia. Pastikan kamu terima kasihnya tuh sungguh-sungguh banget seolah-olah kamu baru saja diselamatkan dari ujung maut. Ini akan membuat teman kamu terenyuh. Paling gak dia akan ngerasa sedikit berguna dalam hidupnya gitu.

5. Bayar Utang

Nah, ini langkah yang sering dilupakan atau sengaja dilupakan orang. Sesungguhnya, bayar utang adalah poin terpenting yang akan menentukan kredibilitas kamu. Kalo kamu setelah ngutang trus suka sok-sok lupa atau mungkin lupa beneran untuk bayar, maka untuk seterusnya kamu akan dikenal sebagai orang yang suka gak bayar utang, trus orang jadi males deh minjemin kamu duit. Kalo suatu hari kamu beneran butuh pinjem uang trus gak ada yang mau minjemin kan repot dong? Makanya bayar utang. Inget tuh.

Sumber: http://malesbanget.com
Copyright Malesbanget.com 2011
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Tentang Ku

Tujuh hal yang akan menghancurkan kita; kekayaan tanpa kerja, pengetahuan tanpa kerja, bisnis tanpa moralitas, ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan, ibadah tanpa pengorbanan, politik tanpa prinsip.

Entri Populer

Recent Post

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Sugasetya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger