Headlines News :
Home » , , » Guru SM3T: “Pengetahuan Kami Bertambah”

Guru SM3T: “Pengetahuan Kami Bertambah”

Written By catatan-sugasetya on Sabtu, 11 Mei 2013 | 11.46


Hari itu, 8 April 2013,  SMAN Warmare, Kecamatan (Distrik) Warmare, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, meriah lebih dari biasanya. Maklum 46 peserta SM3T yang bertugas di Papua Barat sedang punya hajat: berdialog dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ke-46 peserta ini semuanya berasal dari Universitas Negeri Makasar.
“Silakan sampaikan apa saja, asalkan jangan keluhan, karena saya tahu semua peserta SM3T sudah lulus tes ketahan-malangan ketika masa prakondisi sebelum berangkat ke lokasi,”  kata Mendikbud ketika membuka dialog disambut tepuk tangan peserta SM3T.

Kesempatan itupun mereka manfaatkan dengan sangat baik.  Asri, misalnya seorang peserta SM3T, mengusulkan agar pada SM3T berikutnya diperbanyak peserta dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Roby Rontai, peserta SM3T lainnya, menanyakan, apa kelanjutan setelah mereka ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG) usai menyelesaikan SM3T.  “Ada tiga peluangnya,” jawab Mendikbud. Pertama, bisa menjadi guru tetap di sekolah dimana peserta SM3T ditempatkan. Kedua, memperoleh beasiswa S-2 hingga S-3 bila ingin melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Ketiga, menjadi guru di tempat lain.
Mendikbud mencoba menggali informasi dari para siswa dan siswi mengenai efektivitas peserta SM3T. “Mereka cepat akrab sehingga kami merasa dekat” ujar Rani. “Kami bisa bertukar pendapat sehingga pengetahuan kami bertambah,” tambah Riswana.
Menurut Menteri Nuh, SM3T efektif untuk membuka wawasan para pelajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal  di Indonesia. Program SM3T juga menambah wawasan dan mempertebal semangat keindonesiaan peserta SM3T.                                  
Setiap tahun, Kemdikbud menyiapkan 3.000 orang peserta SM3T. Mereka ditugas di daera-daerah berkategori terluar, terdepan, dan tertinggal  di seluruh Indonesia. Saat ini, SM3T melibatkan 12 perguruan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK ) di seluruh Indonesia. Peserta SM3T yang merupakan sarjana yang baru lulus ditempatkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal selama setahun.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Tentang Ku

Tujuh hal yang akan menghancurkan kita; kekayaan tanpa kerja, pengetahuan tanpa kerja, bisnis tanpa moralitas, ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan, ibadah tanpa pengorbanan, politik tanpa prinsip.

Entri Populer

Recent Post

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Sugasetya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger